Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Pantai Amay (Tablasufa)




Lokasi : Depapre, Kab. Jayapura

Pantai Amay merupakan Pantai Pasir Putih yang indah. Banyak wisatawan yang datang mengunjungi pantai untuk berekreasi dan berenang, dan tedapat juga air tawar yang mengalir ke pantai. Pantai ini terletak di desa waija, Kecamatan Depapre, sekitar 65 KM disebelah barat kota jayapura. Lokasi ini bisa dijangkau dengan berbagai sarana Transportasi dalam waktu 75 Menit. Jika menggunakan angkutan umum bisa memakai Jalur Pasar Sentani - Depapre kemudian dilanjutkan dengan menyewa perahu jonson.

Kunjungan :
Setiap hari
Hari libur
Tarif Masuk :
Mobil Rp. 15000;
Motor Rp.10000;
Truk Rp. 25000;

Sumber : http://www.papua.go.id
»»  baca selanjutnya...

Wisata Alam Bedugul Bali Yang Indah




Wisata nusantara Bedugul, Adalah kawasan wisata yang berada di Kecamatan Baturiti,Kabupaten Tabanan yang memiliki begitu banyak hal menarik yang pantas untuk Anda nikmati. Bukan hanya suasana pegunungan yang sejuk, Bedugul juga memiliki tiga buah danau yang luar biasa indah. Ada Danau Beratan, Tamblingan, dan Buyan.

Bagi anda yang suka menikmati dan mengamati tanaman, Kebun Raya Bedugul, tak boleh dilewatkan. Selain mengoleksi aneka tanaman konservasi, kebun raya ini juga ditumbuhi ribuan jenis anggrek. Bahkan, Anda yang ingin memacu adrenalin, tersedia pula sarananya di sini, yakni objek wisata petualangan Treetop. Dan untuk urusan perut, silakan cicipi satai dan gulai kelinci.






Terhampar di ketinggian 1.250 meter di atas permukaan laut, Bedugul berhawa sejuk. Tak heran, kawasan ini sejak lama dikenal sebagai tempat peristirahatan. Pada zaman penjajahan, banyak orang Belanda yang membangun pesanggrahan di sana dengan view menghadap danau. Kini, masyarakat lokal pun membangun tempat-tempat peristirahatan di sana. Ada yang dipakai sendiri, ada pula yang disewakan.
Dibanding kawasan wisata lain di Bali, Bedugul memang beda. Hawa yang sejuk dan suasana yang tenang membuat orang betah berlama-lama di sana. Biasanya, wisatawan yang datang dan menginap di Bedugul adalah wisatawan ‘berkelas’. Mereka tinggal di sini agak lama untuk menikmati ketenangan.
Wisatawan juga bisa sepuasnya menikmati keindahan danau sembari berperahu keliling danau atau memancing. Jika enggan berperahu atau memancing, Anda bisa duduk berlama-lama di restoran di tepi danau sambil melepas pandangan jauh ke tengah danau. Jagung rebus, yang dijajakan para pengasong, bisa menjadi teman setia. Jagung hangat yang masih mengepul itu bisa Anda beli dengan ‘uang kecil’ Rp 700 per biji.
Bedugul bukanlah kawasan wisata yang mahal. Harga makanan dan tarif penginapan relatif murah. Ingin menginap dengan tarif Rp 40 ribu per malam? Tak sulit mendapatkannya di Bedugul, yang dikenal sebagai kawasan penghasil dan pemasok sayur-sayuran untuk Denpasar. Namun, jika menginginkan penginapan yang lebih bergengsi, Anda bisa memilih sebuah vila berisi dua kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga, dan dapur dengan tarif Rp 300 ribu per malam.
Untuk makanan, jangan khawatir akan menguras kantong Anda. Dibanding Nusa Dua, Kuta, Sanur, dan Denpasar, harga makanan di Bedugul relatif lebih murah. Hanya dengan Rp 6.000, Anda sudah dapat menikmti satu porsi nasi campur dan segelas teh manis. Sementara di Denpasar, makanan serupa mesti Anda tebus dengan harga Rp 8.000, bahkan bisa mencapai Rp 20 ribu jika Anda membelinya di Nusa Dua.
Melakukan perjalanan wisata ke Bedugul sebenarnya sangat menguntungkan. Ini karena biro perjalanan wisata biasanya menempatkan wisata ke Bedugul dalam satu paket dengan kunjungan ke objek wisata lainnya seperti Hutan Kera Sangeh, Pura Taman Ayun, dan Pura Tanah Lot. Jika berkunjung ke Bedugul pagi hingga siang hari, maka sore harinya dimanfaatkan untuk menikmati panorama matahari terbenam di Tanah Lot.
Begitulah kira – kira info terbaru tentang “Wisata Alam Bedugul Bali” semoga bermanfaat untuk anda. dan baca juga artikel Wisata Alam Sangeh Bali yang mungkin lebih menarik dan sedang ingin anda kunjungi juga. Terima kasih.
»»  baca selanjutnya...

Objek Wisata Istana Siak



Kabupaten Siak, memiliki beberapa bangunan megah bersejarah, sekarang difungsikan sebagai perkantoran, rumah tinggal, penginapan, toko oleh penduduk Siak. Salah satunya adalah peninggalan termasyur dengan bagunan bercirikan arsitektur gabungan antara Melayu, Arab, plus Eropa, yaitu Istana Siak Sri Indrapura.

Sepanjang perkembangan sejarah bangsa Indonesia, telah banyak meninggalkan sisa-sisa kehidupan pemberi corak khas pada kebudayaan bangsa di Siak, salah satunya adalah Istana Siak Sri Indrapura menjadi salah obyek wisata Riau.

Untuk dapat melihat Bangunan bangunan Melayu zaman/tempo dulu dijuluki juga sebagai ‘Istana Matahari Timur’, jarak tempuh dari sebelah timur Pekanbaru mencapai empat jam perjalanan melalui sungai hingga menuju Kabupaten Siak Sri Indrapura.

" Istana Matahari Timur " atau disebut juga Asserayah Hasyimiah atau ini dibangun oleh Sultan Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin pada tahun 1889 oleh arsitek berkebangsaan Jerman. Arsitektur bangunan merupakan gabungan antara arsitektur Melayu, Arab, Eropa. Bangunan ini terdiri dari dua lantai. Lantai bawah dibagi menjadi enam ruangan sidang: Ruang tunggu para tamu, ruang tamu kehormatan, ruang tamu laki-laki, ruang tamu untuk perempuan, satu ruangan disamping kanan adalah ruang sidang kerajaan, juga digunakan untuk ruang pesta. Lantai atas terbagi menjadi sembilan ruangan, berfungsi untuk istirahat Sultan serta para tamu Istana.

Banguna Istana Siak bersejarah tersebut selesai pada tahun 1893. Pada dinding istana dihiasi dengan keramik khusus didatangkan buatan Prancis. Beberapa koleksi benda antik Istana, kini disimpan Museum Nasional Jakarta, Istananya sendiri menyimpan duplikat dari koleksi tersebut.

Diantara koleksi benda antik Istana Siak adalah: Keramik dari Cina, Eropa, Kursi-kursi kristal dibuat tahun 1896, Patung perunggu Ratu Wihemina merupakan hadiah Kerajaan Belanda, patung pualam Sultan Syarim Hasim I bermata berlian dibuat pada tahun 1889, perkakas seperti sendok, piring, gelas-cangkir berlambangkan Kerajaan Siak masih terdapat dalam Istana.

Dipuncak bangunan terdapat enam patung burung elang sebagai lambang keberanian Istana. Sekitar istana masih dapat dilihat delapan meriam menyebar ke berbagai sisi-sisi halaman istana, disebelah kiri belakang Istana terdapat bangunan kecil sebagai penjara sementara.

Beberapa bangunan sejarah lainnya tak hanya Istana Siak dapat juga dilihat sekitar bangunan:

Jembatan Siak
Jembatan Istana Siak berada sekitar 100 meter disebelah Tenggara kompleks Istana Siak Sri Indrapura. Jembatan tersebut berangka tahun 1899. Dibawah jembatan istana terdapat sungai (parit), diduga dulu sekaligus sebagai parit pertahanan kompleks istana.

Balai Kerapatan

Balai Kerapatan Tinggi Siak pada masa pemerintahan Sultan Assyaidisyarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin pada tahun 1889. Bangunan istana menghadap kearah sungai (selatan). Tangga masuk bangunan terbuat dari beton. Balai Kerapatan tinggi Siak dahulu berfungsi sebagai tempat pertemuan (sidang) Sultan dengan Panglima-panglimanya.

Bangunan bertingkat 2, denah persegi 4, berukuran 30, 8 X 30, 2 m dengan tiang utama berupa pilar berbentuk silinder. Lantai bawah bangunan terdiri dari 7 ruang dan lantai atas 3 ruang.


Masjid Syahabuddin
Merupakan masjid Kerajaan Siak, dibangun pada masa pemerintahan Sultan Kasim I. Masjid berdenah 21, 6 X 18, 5 m. Bangunan masjid telah berkali-kali mengalami perbaikan tetapi masih mempertahankan bentuk aslinya.

Makam Sultan Kasim II
Terletak dibelakang masjid Syahabuddin, dimakamkan Sultan Kasim II (Sultan terakhir mangkat pada 23 April 1968. Jirat makam sultan berbentuk 4 undak dari tegel dan marmer berukuran panjang 305 cm. Lebar 153 cm. Dan tinggi 110 m. Nisannya dari kayu berukir motif suluran –suluran. Bentuknya bulat silinder bersudut 8 dengan diameter 26 cm dan kelopak bunga teratai.
»»  baca selanjutnya...

Dago Pakar, Tujuan Wisata Petualang Di Kota Bandung


Salah satu fokus wisata di wilayah Bandung Raya adalah Taman Huan Raya Djuanda. Kawasan konservasi seluas 600 hektar ini terletak di daerah Cicadas, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Di sini terdapat lebih dari 2.500 jenis tanaman yang menjadi paru-paru Bandung.
Taman Hutan Raya Djuanda diresmikan oleh Presiden RI pada 1985. Hutan ini dinamakan demikian untuk menghormati seorang insinyur Teknik Sipil yang berkontribusi besar pada negara, Ir H. Djuanda. Salah satu jasanya yang terkenal adalah Deklarasi Djuanda pada 1957. Dalam deklarasi tersebut disebutkan seluruh perairan di sekitar dan di antara pulau-pulau di Indonesia adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari daratan dan berada di bawah kedaulatan Negara Republik Indonesia. Deklarasi ini kemudian dijadikan konsep wawasan nusantara.
Di taman yang dikenal dengan nama Dago Pakar ini pengunjung dapat mempelajari berbagai situs sejarah yang disimpan di Museum Djuanda. Museum ini terletak di dalam kompleks Taman Hutan Raya Djuanda. Di lokasi ini juga terdapat Goa Jepang dan Goa Belanda yang letaknya berdekatan.
Goa Jepang merupakan goa buatan yang dibangun pada 1942. Goa ini dibuat Jepang sebagai tempat pertahanan dan perlindungan tentara Jepang dari sekutu. Goa ini tidak terlalu lebar, hanya sekitar 20 meter, namun memanjang sekitar 70 meter. Tinggi lengkungannya mencapai 5 meter Di beberapa titik terdapat lubang-lubang kecil setinggi 1,5 meter yang berfungsi sebagai ventilasi udara.
Tekstur goa ini cenderung kasar dan lantainya dibiarkan dari tanah. Goa ini berbeda dengan Goa Belanda yang terletak 300 meter setelahnya. Goa ini cenderung lebih ‘rapi‘ dan teksturnya lebih halus. Goa ini pun lebih luas dan lebih tua dibandingkan Goa Jepang. Dibangun pada 1918, goa ini berfungsi sebagai markas militer, gudang senjata, dan pembangkit listrik tenaga air. Di jalan utama di dalam goa terdapat rel yang digunakan sebagai jalur kereta pengangkut barang.
Tidak puas hanya melihat pemandangan pepohonan dan patahan Lembang saja, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan menuju empat curug yang ada di wilayah konservasi tersebut. Namun pengunjung harus menyiapkan stamina yang kuat untuk mencapai lokasi-lokasi air terjun tersebut. Satu kilometer dari lokasi goa terdapat Curug Koleang. Curug Kidang dapat diakses dengan berjalan kaki satu kilometer dari curug pertama. Kemudian terdapat Curug Lalay di kilometer ketiga dan Curug Omas dapat diakses dengan total jarak lima kilometer bila dihitung dari Goa Belanda.
Bagi yang senang berpetualang, berjalan kaki di trek joging menuju Curug Omas adalah kegiatan yang cukup menantang. Pengunjung akan mencapai air terjun tersebut dengan waktu 1,5 hingga 2 jam. Namun keletihan tersebut terbayarkan dengan udara yang sejuk dan pemandangan yang menyehatkan mata. Di sepanjang perjalanan pengunjung juga akan disapa oleh penghuni-penghuni hutan raya yang ramah, monyet-monyet hutan. Bagi yang tidak ingin berlama-lama, pengunjung dapat menunggu ojek yang sesekali melintas di jalur trek tersebut. Namun pengunjung harus pandai-pandai menawar harga.
Curug Omas sebetulnya bukanlah air terjun yang tinggi, hanya 30 meter. Namun di sini pengunjung dapat berpiknik sambil menikmati suara air yang jatuh dari ketinggian 30 meter yang berbaur dengan kicauan burung. Bagi yang membawa makanan sendiri, pengunjung dapat menggelar tikar di taman rumput yang ada. Namun bagi yang lupa membawa bekal, di taman tersebut tersedia warung-warung kecil yang menyediakan berbagai makanan. Jangan lupa untuk membuang sampah pada tempatnya.
Dari Curug Omas pengunjung bisa langsung menikmati kolam air panas di wisata Maribaya. Di sini juga disediakan kolam air dingin bagi anak-anak. Yang tidak senang berenang bisa mencoba alternatif lain, berkuda. Nah, berkunjung ke Bandung tidak melulu untuk makan dan beli baju, bukan?
»»  baca selanjutnya...

Pesona Wisata Diving laut Raja Ampat di Papua


Saat ini Bali bukan satu-satunya Objek wisata favorit di Indonesia untuk menarik wisatawan mancanegara datang. Saat ini Bali mulai tergeser oleh pesona Raja Ampat. Bahkan, Raja Ampat, surga penyelam di wilayah Papua itu, sudah menjadi ikon promosi pariwisata di Swiss. Inilah ajang promosi pariwisata yang dilakukan KBRI Bebekerja sama dengan Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif dan perusahaan transportasi umum di dua kota di Swiss, yaitu Bern dan Basel.
Promosi ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah wisatawan swiss yang berkunjung ke Indonesia, dan bertemakan "Postcards from a wonderland, a remarkable Indonesia" dimulai 1 Februari selama tiga bulan.
Seperti diungkap oleh Pensosbud KBRI Bern, Budiman Wiriakusumah, selama tiga bulan akan terpampang dengan indahnya ajakan untuk berlibur ke Indonesia. Para wisatawan diajak untuk mengunjungi objek wisata seperti Bunaken, Raja Ampat, Tana Toraja, Komodo, Flores, Borobudur, Lombok, Bangka Belitung, dan tentu saja Bali.
Data dari Badan Pusat Statistik pada 2010 mencatat, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia asal Swiss sebanyak 34.928 orang, dengan rata-rata pengeluaran sekitar 1.600 dolar AS dan rata-rata lama tinggal selama 15 hari. Jumlah ini termasuk angka yang signifikan mengingat jumlah penduduk Swiss yang hanya sekitar enam juta jiwa. Dengan promosi destinasi wisata Indonesia ini diharapkan masyarakat Swiss akan lebih banyak lagi memilih Indonesia sebagai tujuan wisata favoritnya.

»»  baca selanjutnya...